BERBAGAI MACAM SAJIAN DI BEBERAPA PENGINAPAN DI KOTA MEDAN ABAD 18 - 20 MASEHI

Authors

  • Rita M Setianingsih Politeknik Pariwisata Medan

Keywords:

penginapan, akomodasi hotel, de Sumatra Post

Abstract

Pada abad 18 masehi hingga ke-20 masehi di Kota Medan cukup banyak didirikan hotel atau penginapan untuk menampung datangnya para pedagang atau pegawai perkebunan.. Diketahui dengan berkembanganya perkebunan di Sumatera menyebabkan hampir semua pegawai perkebunan. membutuhkan penginapan.  Penginapan atau akomodasi adalah pengartian dari seseorang saat berpergian  atau liburan dan merupakan jenis tempat tinggal dalam perjalanan dimana orang yang harus tinggal jauh dari rumah lebih dari satu hari... Hal ini diperuntukan untuk keperluan tempat untuk tidur, istirahat, keselamatan, tempat berteduh dari suhu dingin atau hujan, penyimpanan barang, serta akses ke fungsi umum pada rumah tangga.. Penginapan dapat berupa hotel, resort, hostel, hostal, losmen rumah pribadi yang komesial, yaitu sebuah tempat tamu untuk tidur yang mendapatkan sarapan pagi atau rumah sewa tempat liburan, yang  non-komersial dengan layanan keramahan..  Pada abad ke-8 hingga ke-10 di Kota Medan dibangun beberapa penginapan, berupa hotel; villa dan juga losmen. Untuk hotel ada beberapa yaitu Hotel de Boer, Hotel Astoria, Hotel Grand Medan, tapi sayang sekali untuk Hotel Astoria dan Hotel Grand Medan telah diganti dengan bangunan hotel Grand Angkasa.. Penginapan yang berbentuk villa di Kota Medan seperti villa kembar di jalan Diponegoro, villa-villa di jalan Sena dan Jalan Angsana, villa-villa di jalan Lampu/Bundar, Losmen Wai Yat (sekarang bernama Wai Yat Hotel & Restaurant) di jalan Asia, pension Wihelmina. Penginapan Wai Yat dahulu berfungsi sebagai tempat singgah para pedagang-pedagang karet dari Sibolga dan daerah lain.. Pada masa tersebut penginapan juga sebagai tempat bersenang-senang dan tempat menyiapkan makan pagi atau sarapan (dejeneurs), makan siang (diners) dan makan malam (soupers).. Juga adanya menyajikan Opera serta kue St. Nicolaas, masakan-masakan Indische Rijsttafel, memesan makanan taarten, koude en warme pudingen, kuode en warme schotels.. Sajian kuliner dan atraksi yang ada di hotel inilah yang akan dikaji dalam paper ini dan penelitian ini menggunakan survei atau observasi langsung ke lokasi juga dilakukan studi pustaka mengenai sejarah abad ke 18 hingga 20 tentang penginapan yang ada di Kota Medan.. Terutama dari berita-berita yang ada di media cetak seperti koran yang de Sumatra Post yang terbit di abad ke-8 - ke10 masehi.

Published

2022-10-14